- ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia tahun.
- Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
- Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi dulu.
- Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri.
- Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa jadi sudah banyak bakterinya.
(more…)
Archive for July, 2008
Bahan:
50 g bayam
50 g brokoli
1 bh tomat merah, seduh dalam air, haluskan, saring, ambil airnya
50 g wortel, kupas, potong dadu
1 sdm air jeruk lemon
4 sdm susu formula lanjutan, seduh dalam 500 cc air hangat
1 bks tepung jeli, siap pakai tanpa rasa
Cara Membuat:
(more…)
sumber : tabloid-nakita
Tak sedikit orang tua yang belum tahu cara memotivasi anak agar menyenangi saat-saat “belajar”. Akibatnya, si kecil pun stres atau bahkan takut “sekolah”. Nah, agar kita bisa memotivasi si kecil secara tepat, kata Silvi Octavia Wijaya, S.Pd., Kepala Trainer dari Universal Megabrain Center (UMC), di acara Ibu Bayi dan Balita tayangan ANteve, kerja sama tabloid nakita dengan PT Endrass Perdana, “diperlukan suatu metode belajar yang baik hingga anak tak merasa terbebani.”
Namun sebelum kita sampai pada metode belajar, perlu diketahui dulu bahwa ada 3 tipe belajar, yaitu visualisasi, auditory, dan kinestetik. Pada tipe visualisasi, terang Dipl. Ing. Iwan Sugiarto, pimpinan UMC, anak lebih senang belajar dengan membaca sendiri; tipe auditori, anak akan senang bila ada orang lain yang menceritakan sesuatu kepadanya dan ia mendengarkan; tipe kinestetik, anak butuh gerakan dalam belajar, misal, selalu berpindah-pindah tempat atau ketika membaca selalu menggerakkan tangannya, dan lainnya.
(more…)
Bahan:
50 g kembang kol, petik kuntum, rebus sebentar
50 g wortel, potong kotak memanjang (mudah dipegang), rebus sebentar
50 g buncis, buang serat, rebus hingga lunak
1 sdm mentega
1 sdm maizena
2 sdm susu bubuk formula lanjutan, larutkan dalam 200 ml air matang
50 gr keju cheddar parut
Cara Membuat:
Membuat saus:
(more…)
Bahan:
20 g tepung maizena
200 ml air
3 sdm peres susu formula bubuk Pure Apel:
150 g apel manis, cuci, belah empat, buang bagian tengahnya
50 ml air jeruk manis
Cara membuat Pure apel:
(more…)
Incoming search terms:
sumber : www.sehatbugar.info
Anak-anak yang berasal dari ibu yang kurang mengkonsumsi vitamin E selama kehamilannya dapat berisiko lebih tinggi memiliki anak terkena asma pada saat anak berusia 5 tahun, hasil penelitian terbaru.
Temuan ini adalah kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang juga dilakukan oleh tim yang sama. hasil temuannya didapatkan bahwa anak yang berusia 2 tahun dari ibu yang mengalami kadar vitamin E yang rendah saat hamil cenderung mengalami masalah bernafas berupa mengi (wheezing).
Dengan penemuan ini disimpulkan bahwa asupan vitamin E dianggap penting diberikan kepada ibu hamil, dikatakan pemimpin peneliti Dr. Graham Devereux, dari Department of Environmental and Occupational Medicine dari University of Aberdeen, Scotland.
Devereux dan timnya melaporkan temuan ini dalam berita September di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.
Para ahli tersebut mempelajari sebanyak 1.250 wanita hamil dan anak yang lahir di Scotland antara tahun 1997 dan 1999.
Asupan makanan ibu hamil dinilai dan dihubungkan dengan riwayat kejadian asma, mengi dan masalah pernafasan lainnya. Informasi yang sama juga diperoleh dari wanita yang memiliki anak kurang dari 5 tahun.
Asupan makanan ibu hamil yang mengandung vitamin C, beta-caroten, magnesium, tembaga dan besitidak menunjukkan hubungan dengan risiko terjadinya mengi atau asma, tim peneliti tersebut menyebutkan.
(more…)
- Selalu mencuci bersih setiap bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan bayi.
- Selalu mencuci tangan sebelum mulai mempersiapkan makanan bayi, terutama bila kontak dengan daging, telur, atau ikan mentah, dan sebelum memberi makan bayi. Selain itu, cuci juga tangan .bayi Anda.
- Talenan, pisau dapur serta peralatan lain yang digunakan harus segera dicuci setelah digunakan. Biarkan kering dengan cara diangin-anginkan, atau dikeringkan dengan lap bersih.
- Peralatan makan bayi, seperti mangkuk, sendok, dan cangkir, harus disucihamakan dulu sebelum digunakan oleh bayi.
(more…)
sumber: Pikiran Rakyat
JAKARTA, (PR).
Pemerintah diminta segera menarik produk susu formula dan bubur bayi yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. “Masalah bakteri, konsumen tidak bisa melihatnya. Mereka baru merasakan apabila sudah terkena dampaknya. Oleh sebab itu, lebih baik bahan makanan yang tercemar harus ditarik dari pasaran,” kata Ketua YLKI Husna Zahir yang dikutip okezone, Minggu (24/2).
Husna mengatakan, penarikan produk itu perlu dilakukan sambil menunggu hasil keputusan yang diambil pemerintah terkait dengan temuan itu. “Sambil menunggu tim gabungan bekerja, pemerintah bisa menarik produk yang tercemar, sehingga konsumen tidak dirugikan,” katanya.
Hal itu dikemukakan Husna terkait penemuan para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya Enterobacter sakazakii dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan radang selaput otak. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri beracun. Tiga dari 46 sampel bubur susu bayi juga tercemar bakteri itu.
“Awalnya kami hanya ingin meneliti penyebab diare pada bayi, tapi saya malah kaget dengan ditemukannya Enterobacter sakazakii, bukan bakteri Escherichia coli yang sering ditemukan itu,” kata Ketua Tim Peneliti IPB, Sri Estuningsih, yang juga seorang ahli susu sapi dan makanan anak.
Menurut dia, bakteri Enterobacter sakazakii sangat membahayakan. Selain bisa menyebabkan radang selaput otak, bakteri itu juga bisa menyebabkan radang usus dan peradangan jaringan di seluruh tubuh. “Apalagi, susu formula dan bubur bayi banyak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Ini sangat membahayakan,” katanya.
Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2003 dan terus disempurnakan, sebelum akhirnya dipublikasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Namun, dengan alasan Badan POM tidak memiliki kewenangan, penelitian baru ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan lembaga terkait, Sabtu (23/2).
Dijelaskan Sri, temuan bakteri Enterobacter sakazakii pada susu formula dan bubur bayi itu baru ditindaklanjuti oleh pemerintah, dengan membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus itu. “Kami, (Sabtu) kemarin telah melakukan rapat dengan lembaga terkait di Kantor Departemen Pertanian untuk membahas temuan kami,” katanya.
Menurut dia, berdasarkan hasil pertemuan itu diputuskan pembentukan tim gabungan yang berasal dari Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Badan POM, dan tim peneliti IPB yang melakukan penelitian tersebut. “Nantinya, masing-masing tim akan bekerja sesuai dengan kapasitasnya,” tuturnya.
Departemen Kesehatan, misalnya, akan meneliti tentang proses pembuatannya. Departemen Pertanian pada bahan dasarnya, dan Badan POM akan melakukan pendekatan kepada produsen. “Setelah tim gabungan ini bekerja, nanti akan ditentukan langkah konkretnya,” ujar Sri.
Umumkan segera
Sementara itu, masyarakat meminta agar pemerintah atau Balai Besar POM Bandung segera melakukan penelusuran seputar masalah susu formula dan bubur bayi yang ditengarai mengandung Enterobacter sakazakii. Hal itu diperlukan agar masyarakat terhindar dari efek yang tidak diinginkan.
“Tetapi yang lebih penting, pemerintah segera mengumumkan nama susu formula dan bubur bayi yang bermasalah, agar masyarakat bisa menghindari produk beracun tersebut,” ujar Dewi, ibu dari dua anak di daerah Pasteur yang mengaku mengetahui hal itu dari internet.
(more…)
sumber : WASPADA Online
Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya. Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998) . Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.
Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.
Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.
Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) (SNI 01-2970-1999) .
Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.
Proses Susu UHT
Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya.
Bahan
Sumber : We R Mommies
Beberapa uraian dari Tabloid Nova hasil wawancara dengan dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta
MIOMA
Mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut),serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim).
ENDOMETRIOSIS
Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid
(more…)