Archive for July, 2008

Jul 28
  •  ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia     tahun.
  • Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
  • Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi dulu. 
  •  Jangan gunakan sendok bayi untuk mencicipi apakah makanan cukup hangat atau tidak. Gunakan sendok Anda sendiri. 
  •  Buang makanan yang tersisa di piring, dan jangan diberikan lagi. Bisa  jadi sudah banyak bakterinya.
    (more…)

Jul 28

Bahan:
50 g bayam
50 g brokoli
1 bh tomat merah, seduh dalam air, haluskan, saring, ambil airnya
50 g wortel, kupas, potong dadu
1 sdm air jeruk lemon
4 sdm susu formula lanjutan, seduh dalam 500 cc air hangat
1 bks tepung jeli, siap pakai tanpa rasa

Cara Membuat:
(more…)

Jul 28

sumber : tabloid-nakita

Tak sedikit orang tua yang belum tahu cara memotivasi anak agar menyenangi saat-saat “belajar”. Akibatnya, si kecil pun stres atau bahkan takut “sekolah”. Nah, agar kita bisa memotivasi si kecil secara tepat, kata Silvi Octavia Wijaya, S.Pd., Kepala Trainer dari Universal Megabrain Center (UMC), di acara Ibu Bayi dan Balita tayangan ANteve, kerja sama tabloid nakita dengan PT Endrass Perdana, “diperlukan suatu metode belajar yang baik hingga anak tak merasa terbebani.”

Namun sebelum kita sampai pada metode belajar, perlu diketahui dulu bahwa ada 3 tipe belajar, yaitu visualisasi, auditory, dan kinestetik. Pada tipe visualisasi, terang Dipl. Ing. Iwan Sugiarto, pimpinan UMC, anak lebih senang belajar dengan membaca sendiri; tipe auditori, anak akan senang bila ada orang lain yang menceritakan sesuatu kepadanya dan ia mendengarkan; tipe kinestetik, anak butuh gerakan dalam belajar, misal, selalu berpindah-pindah tempat atau ketika membaca selalu menggerakkan tangannya, dan lainnya.
(more…)

Jul 28

Bahan:
50 g kembang kol, petik kuntum, rebus sebentar
50 g wortel, potong kotak memanjang (mudah dipegang), rebus sebentar
50 g buncis, buang serat, rebus hingga lunak
1 sdm mentega
1 sdm maizena
2 sdm susu bubuk formula lanjutan, larutkan dalam 200 ml air matang
50 gr keju cheddar parut

Cara Membuat:

Membuat saus:
(more…)

Jul 28

Bahan:
20 g tepung maizena
200 ml air
3 sdm peres susu formula bubuk Pure Apel:
150 g apel manis, cuci, belah empat, buang bagian tengahnya
50 ml air jeruk manis

Cara membuat Pure apel:
(more…)

Jul 28

sumber : www.sehatbugar.info

Anak-anak yang berasal dari ibu yang kurang mengkonsumsi vitamin E selama kehamilannya dapat berisiko lebih tinggi memiliki anak terkena asma pada saat anak berusia 5 tahun, hasil penelitian terbaru.

Temuan ini adalah kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang juga dilakukan oleh tim yang sama. hasil temuannya didapatkan bahwa anak yang berusia 2 tahun dari ibu yang mengalami kadar vitamin E yang rendah saat hamil cenderung mengalami masalah bernafas berupa mengi (wheezing).

Dengan penemuan ini disimpulkan bahwa asupan vitamin E dianggap penting diberikan kepada ibu hamil, dikatakan pemimpin peneliti Dr. Graham Devereux, dari Department of Environmental and Occupational Medicine dari University of Aberdeen, Scotland.

Devereux dan timnya melaporkan temuan ini dalam berita September di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Para ahli tersebut mempelajari sebanyak 1.250 wanita hamil dan anak yang lahir di Scotland antara tahun 1997 dan 1999.

Asupan makanan ibu hamil dinilai dan dihubungkan dengan riwayat kejadian asma, mengi dan masalah pernafasan lainnya. Informasi yang sama juga diperoleh dari wanita yang memiliki anak kurang dari 5 tahun.

Asupan makanan ibu hamil yang mengandung vitamin C, beta-caroten, magnesium, tembaga dan besitidak menunjukkan hubungan dengan risiko terjadinya mengi atau asma, tim peneliti tersebut menyebutkan.
(more…)

Jul 28
  • Selalu mencuci bersih setiap bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan bayi. 
  •  Selalu mencuci tangan sebelum mulai mempersiapkan makanan bayi, terutama bila kontak dengan daging, telur, atau ikan mentah, dan sebelum memberi makan bayi. Selain itu, cuci juga tangan .bayi Anda. 
  • Talenan, pisau dapur serta peralatan lain yang digunakan harus segera dicuci setelah digunakan. Biarkan kering dengan cara diangin-anginkan, atau dikeringkan dengan lap bersih. 
  • Peralatan makan bayi, seperti mangkuk, sendok, dan cangkir, harus disucihamakan dulu sebelum digunakan   oleh bayi.
    (more…)

Jul 28

sumber: Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).

Pemerintah diminta segera menarik produk susu formula dan bubur bayi yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii. “Masalah bakteri, konsumen tidak bisa melihatnya. Mereka baru merasakan apabila sudah terkena dampaknya. Oleh sebab itu, lebih baik bahan makanan yang tercemar harus ditarik dari pasaran,” kata Ketua YLKI Husna Zahir yang dikutip okezone, Minggu (24/2).

Husna mengatakan, penarikan produk itu perlu dilakukan sambil menunggu hasil keputusan yang diambil pemerintah terkait dengan temuan itu. “Sambil menunggu tim gabungan bekerja, pemerintah bisa menarik produk yang tercemar, sehingga konsumen tidak dirugikan,” katanya.

Hal itu dikemukakan Husna terkait penemuan para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai adanya Enterobacter sakazakii dalam susu formula anak-anak dan bubur bayi. Bakteri jenis ini bisa menyebabkan radang selaput otak. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri beracun. Tiga dari 46 sampel bubur susu bayi juga tercemar bakteri itu.

“Awalnya kami hanya ingin meneliti penyebab diare pada bayi, tapi saya malah kaget dengan ditemukannya Enterobacter sakazakii, bukan bakteri Escherichia coli yang sering ditemukan itu,” kata Ketua Tim Peneliti IPB, Sri Estuningsih, yang juga seorang ahli susu sapi dan makanan anak.

Menurut dia, bakteri Enterobacter sakazakii sangat membahayakan. Selain bisa menyebabkan radang selaput otak, bakteri itu juga bisa menyebabkan radang usus dan peradangan jaringan di seluruh tubuh. “Apalagi, susu formula dan bubur bayi banyak diberikan kepada anak usia di bawah satu tahun. Ini sangat membahayakan,” katanya.

Penelitian ini dilakukan sejak tahun 2003 dan terus disempurnakan, sebelum akhirnya dipublikasikan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Namun, dengan alasan Badan POM tidak memiliki kewenangan, penelitian baru ditindaklanjuti dalam pertemuan dengan lembaga terkait, Sabtu (23/2).

Dijelaskan Sri, temuan bakteri Enterobacter sakazakii pada susu formula dan bubur bayi itu baru ditindaklanjuti oleh pemerintah, dengan membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus itu. “Kami, (Sabtu) kemarin telah melakukan rapat dengan lembaga terkait di Kantor Departemen Pertanian untuk membahas temuan kami,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan hasil pertemuan itu diputuskan pembentukan tim gabungan yang berasal dari Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Badan POM, dan tim peneliti IPB yang melakukan penelitian tersebut. “Nantinya, masing-masing tim akan bekerja sesuai dengan kapasitasnya,” tuturnya.

Departemen Kesehatan, misalnya, akan meneliti tentang proses pembuatannya. Departemen Pertanian pada bahan dasarnya, dan Badan POM akan melakukan pendekatan kepada produsen. “Setelah tim gabungan ini bekerja, nanti akan ditentukan langkah konkretnya,” ujar Sri.

Umumkan segera

Sementara itu, masyarakat meminta agar pemerintah atau Balai Besar POM Bandung segera melakukan penelusuran seputar masalah susu formula dan bubur bayi yang ditengarai mengandung Enterobacter sakazakii. Hal itu diperlukan agar masyarakat terhindar dari efek yang tidak diinginkan.

“Tetapi yang lebih penting, pemerintah segera mengumumkan nama susu formula dan bubur bayi yang bermasalah, agar masyarakat bisa menghindari produk beracun tersebut,” ujar Dewi, ibu dari dua anak di daerah Pasteur yang mengaku mengetahui hal itu dari internet.
(more…)