Archive for September, 2008

Sep 25

Sumber : sehatgroup 

Apakah kejang demam itu ?

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat seorang bayi atau anak mengalami demam tanpa infeksi sistem saraf pusat (1,2). Hal ini dapat terjadi pada 2-5 % populasi anak. Umumnya kejang demam ini terjadi pada usia 6 bulan – 5 tahun dan jarang sekali terjadi untuk pertama kalinya pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun.

(more…)

Sep 25

by Dr. Purnamawati SpAK MMPed
Sumber : sehatgroup


Mungkin begitulah kira2 pikiran kebanyakan pasien Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat…karena sudah seringnya diberi AB, kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak? Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang berhubungan…..

(more…)

Incoming search terms:

Sep 24

Sumber : kafka.web.id

Nafsu makan anak-anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kurangnya variasi makanan yang diolah.

Hal ini bisa ditanggulangi dengan:

  1. Mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dan lain sebagainya.
  2. Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya dari ketela pohon direbus kemudian dihaluskan,kemudian dikepal, di dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng, atau wortel (tambahkan daging bila ada) dicincang, tumis dengan bawang putih dan daun bawang, masukkan bihun yang sudah ditiriskan tambahkan kecap sedikit, gula dan garam secukupnya.
  3. Tetap diusahakan agar anak selalu makan (makanan utama) 3 kali sehari agar nutrisi yang masuk dalam tubuh anak terjaga, perlu diberitahukan pada pembantu rumah tangga yang menyuapi si anak agar sabar dan telaten.
  4. Menambah multivitamin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain ASI ditambah dengan susu yang dibutuhkan tubuh si anak (bisa melalui konsultasi gizi dengan dokter si anak).

(more…)

Sep 24

sumber: kesehatanreproduksi.com

Anemia gizi besi di masyarakat atau dikenal dengan kurang darah merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia, yang dapat diderita oleh seluruh kelompok umur mulai bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa, dan lanjut usia.

Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa penderita gizi buruk juga menderita kekurangan zat besi yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. ”Anemia akibat kekurangan gizi dan vitamin serta mineral lainnya masih perlu perhatian,” kata dr Rachmi Untoro MPH, Direktur Gizi Masyarakat Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes. Bahkan, dia menambahkan, hampir seluruh kelompok umur masih menderita anemia di Indonesia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, prevalensi anemia pada balita 0-5 tahun sekitar 47%, anak usia sekolah dan remaja sekitar 26,5%, dan wanita usia subur (WUS) berkisar 40%. Sementara survei di DKI Jakarta 2004 menunjukkan angka prevalensi anemia pada balita sebesar 26,5% dan pada ibu hamil 43,5%.
(more…)

Incoming search terms:

Sep 24

sumber: balita-anda

Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. Siapa pun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. Di antaranya temu ireng (hitam) atau temu giring.

Anak berbadan kurus, muka pucat, dan perut buncit, sering langsung divonis cacingan. Kesimpulan macam itu ada benarnya, meski tak seluruhnya benar. Penampilan seperti itu memang merupakan sebagian manifestasi gejala cacingan, yang acap tidak begitu nyata. Tanda-tanda serangan cacing lainnya antara lain gangguan lambung dan usus, seperti mulas-mulas, kejang-kejang, dan diare berkala. Bila dilakukan pemeriksaan rektal, bisa ditemukan adanya gumpalan cacing.
(more…)

Incoming search terms:

Sep 17

sumber: http://www.koalisi. org/detail. php?m=3&sm= 9&id=355

Obat batuk yang dijual bebas bila diberikan kepada anak usia di bawah 2 tahun akan sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Demikian hasil penelitian yang dirilis oleh Morbidity and Mortality Weekly Report (media publikasi Badan Pemberantasan Penyakit Menular Amerika Serikat bulan Januari yang lalu. Sepanjang tahun 2004 -2005, terdapat lebih dari 1.500 anak di bawah umur 2 tahun harus masuk UGD akibat meminum obat batuk bebas.

Dijelaskan pula bahwa pada Tahun 2005, tiga balita di bawah 6 bulan meninggal akibat obat bebas tersebut. Ketiga balita yang meninggal itu, berusia 1-6 bulan, dan dua di antaranya laki-laki. Meskipun ketiganya meninggal di rumah, hasil otopsi membuktikan bahwa kematian mereka disebabkan obat batuk-pilek.
(more…)

Sep 10

sumber : sehatgroup

Batuk sering terjadi pada anak-anak. Penyebab tersering adalah infeksi pada system pernafasan. Biasanya anak-anak akan terserang infeksi system pernafasan sekitar 6-12 kali tiap tahunnya. Yang biasanya disebabkan oleh virus. Terkadang anak-anak terserang batuk cukup lama setelah infeksi virus. Antibiotik tidak dapat membantu untuk batuk seperti itu.

  • Apa yang perlu dilakukan orang tua jika anak sering batuk?

Jika anak terlihat baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk penyebab serius batuknya.
Jka anda ingin lebih jelas, coba konsultasikan kepada dokter dan dokter akan mengecek penyebab dari batuknya.
Asap rokok akan membuat batuk lebih parah lagi, sehingga sangat penting untuk menghindari anak-anak dari asap rokok.

  • Apakah obat-obatan batuk dapat membantu?

Obat-obatan batuk tidak dapat membantu untuk menghilangkan batuk. Namun beberapa obat batuk dapat membantu anak-anak merasa lebih nyaman sehingga dapat tidur lebih nyaman pada malah hari.

Sep 09

sumber : kompas.com

Ribuan penelitian telah mengungkapkan, teh hijau adalah minuman alami menyehatkan dan kaya akan kandungan antioksidan. Faedahnya pun begitu beragam, mulai dari memelihara kesehatan jantung hingga menekan risiko kanker.

Berdasarkan temuan para ahli di Mesir, teh hijau ternyata juga memiliki pengaruh positif bagi antibiotik. Para peneliti dari Universitas Alexandria menyimpulkan, teh hijau mampu meningkatkan keampuhan antibiotik dalam membunuh bakteri resisten hingga 3 kali lipat, bahkan kuman super sekalipun.

Teh hijau adalah salah satu jenis minuman favorit bagi warga Mesir. Bahkan tak tanggung-tanggung, mereka kerap meminumnya bersama obat-obatan seperti antibiotik.  Peneliti tertarik melihat apakah teh hijau dapat menurunkan, meningkatkan, atau sama sekali tak memengaruhi kinerja antibiotik.

Hasilnya mengejutkan, menurut studi yang hasilnya dipresentasikan pada pertemuan Society for General Microbiology di Edinburgh, Skotlandia, akhir Maret 2008, teh hijau mampu meningkatkan  kemampuan antibiotik melawan bakteri resisten, bahkan kuman super sekalipun.
(more…)

Sep 09

sumber : cuek.wordpress.com

Bahan :
1 butir telur ayam
1 ½ sdm minyak goreng, untuk menumis
50 gr daging cincang
10 gr sayur campur, mis. Wortel, biji jagung dan kc polong
100 ml kaldu/air
1 sdt tepung sagu, larutkan dengan sedikit air
Bumbu :
½ sdt bawang putih cincang
1 sdm irisan daun bawang kecil bag.putih
1 irisan tipis jahe
¼ sdt garam
¼ sdt gula pasir
¼ sdt merica bubuk
½ sdm kecap asin
1 batang daun seledri, iris
¼ sdt minyak wijen
Cara membuat :

  1. Kocok telur dgn garam & merica bubuk secukupnya, buat dadar telur. Potong2 ukuran 5×5 cm, sisihkan.
  2. Panaskan minyak, tumis bw putih, daun bawang dan jahe hingga harum. Masukkan daging, aduk smp daging berubah warna. Masukkan sayur campur, beri garam, gula pasir, merica bubuk, kecap asin, kaldu. Masak hingga mendidih, lalu kentalkan dengan air sagu.
  3. Taburi seledri dan minyak wijen. Siram di atas telur dadar. Hidangkan.