Archive for the ‘Penyakit’ Category

Nov 12

Artikel Asli : www.mayoclinic.com

diterjemahkan oleh Intan Dima

Tinjauan

Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jinak yg menjangkiti  bayi dan anak2 kecil. Roseola ini menyebabkan suhu badan yg meningkat selama beberapa hari, yang kemudian akan timbul bintik2 merah di tubuh.Dua tipe virus herpes menyebabkan roseola yang biasanya menyerang anak-anak yg berumur antara 6 bulan hingga 3 tahun, walaupun terkadang menyerang dewasa juga. Hal ini sangatlah wajar, dan pada kenyataannya sebagian besar anak-anak pasti pernah terinfeksi virus ini pada saat mereka memasuki usia sekolah.Ada sebagian anak yg mengalami  roseola ringan (tanpa adanya gejala penyakit), sementara sebagian lainnya menunjukkan gejala dan tanda2 adanya roseola ini. Infeksi dapat terjadi pada saat kapanpun.Roseola bukanlah penyakit berat. jarang sekali terjadi komplikasi jika tubuh mencapai suhu yang tinggi. Penanganannya cukup dengan intirahat,cairan, dan obat-obatan. (more…)

Nov 11

Penulis: Darmawan Budi S (Dokter Spesialis Anak ,Konsultan Respirology anak di RSCM Jakarta)

Banyak sekali anak-anak yang divonis sebagai ´flek paru´ dan harus menjalani ´hukuman´ minum obat jangka lama, paling tidak hingga 6 bulan. Jika ditanyakan
kepada orangtuanya apa yang dimaksud flek paru ? Biasanya orang tua pasien tidak tahu, Bila ditanya lebih lanjut apakah anaknya mendapat obat yang membuat air seninya berwarna merah ? Jika jawabnya “Ya” kemungkinan besar yang dimaksudkan sebagal ´flek paru´ adalah Tuberkulosis / Tbc paru atau saat ini disebut TB saja.
(more…)

Oct 16

sumber : tabloid-nakita.com

Sssst… ternyata penderita penyakit tifus tidak harus makan bubur.

Soal bubur baru merupakan salah satu rahasia dari penyakit tifus yang kerap diderita anak-anak. Mengapa bubur tak harus jadi menu utama? Dan apa “rahasia” lainnya, simak penuturan ini:
(more…)

Oct 16

sumber : milis balita-anda

Imunisasi untuk mencegah tifus pada bayi memang belum ada. Namun infeksi ini sangat mungkin disembuhkan hingga tuntas.

Rasanya sulit dipercaya kalau si kecil yang masih bayi bisa terkena tifus.Tapi itulah faktanya. Bahkan, dr. Mugiyo, Sp.A. dari RS PMI, Bogor, telah pula mendapatkan banyak kasus neonatal typhoid alias tifus pada bayi.

Demam tifoid atau tifus adalah penyakit saluran cerna yang disebabkan bakteri Salmonella typhi dan Salmonella “typhimurium. Bakteri ini hidup di sanitasi yang rendah seperti lingkungan kumuh.

Pada bayi, penyakit ini didapat melalui dua cara penularan, yaitu:

(more…)

Oct 13

sumber : parenting Indonesia 

Duh, rewelnya! Tapi benarkah si kecil cuma “masuk angin”? Hati-hati, lo.

Balurin aja sama bawang merah dan minyak kelapa. Paling cuma masuk angin, kok,” begitu biasanya komentar orang tua kita kalau bayi kita alias cucunya rewel terus.

Istilah “masuk angin” memang sudah sangat populer di kalangan orang kita. Kendati di kamus Bahasa Indonesia maupun kamus kedokteran tak ada tertulis istilah tersebut. “Biasanya yang dimaksud awam sebagai masuk angin adalah bila seorang anak berubah tingkah lakunya dalam hal kesehatan,” tutur DR. Sri Rezeki H. Hadinegoro, Dr., Sp. A (K) dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Misalnya, bayi yang biasanya anteng menjadi rewel sementara orang tua menilai si bayi sudah kenyang. “Kalau sudah begitu, ibunya bingung, kenapa ini bayi, kok, rewel terus. Oh, mungkin masuk angin.” Padahal kerewelan tersebut belum tentu lantaran penyakit. “Mungkin saja si bayi merasa gerah, kedinginan atau barangkali kelelahan karena baru dibawa pergi.”
(more…)

Sep 24

sumber: balita-anda

Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. Siapa pun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. Di antaranya temu ireng (hitam) atau temu giring.

Anak berbadan kurus, muka pucat, dan perut buncit, sering langsung divonis cacingan. Kesimpulan macam itu ada benarnya, meski tak seluruhnya benar. Penampilan seperti itu memang merupakan sebagian manifestasi gejala cacingan, yang acap tidak begitu nyata. Tanda-tanda serangan cacing lainnya antara lain gangguan lambung dan usus, seperti mulas-mulas, kejang-kejang, dan diare berkala. Bila dilakukan pemeriksaan rektal, bisa ditemukan adanya gumpalan cacing.
(more…)

Sep 10

sumber : sehatgroup

Batuk sering terjadi pada anak-anak. Penyebab tersering adalah infeksi pada system pernafasan. Biasanya anak-anak akan terserang infeksi system pernafasan sekitar 6-12 kali tiap tahunnya. Yang biasanya disebabkan oleh virus. Terkadang anak-anak terserang batuk cukup lama setelah infeksi virus. Antibiotik tidak dapat membantu untuk batuk seperti itu.

  • Apa yang perlu dilakukan orang tua jika anak sering batuk?

Jika anak terlihat baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk penyebab serius batuknya.
Jka anda ingin lebih jelas, coba konsultasikan kepada dokter dan dokter akan mengecek penyebab dari batuknya.
Asap rokok akan membuat batuk lebih parah lagi, sehingga sangat penting untuk menghindari anak-anak dari asap rokok.

  • Apakah obat-obatan batuk dapat membantu?

Obat-obatan batuk tidak dapat membantu untuk menghilangkan batuk. Namun beberapa obat batuk dapat membantu anak-anak merasa lebih nyaman sehingga dapat tidur lebih nyaman pada malah hari.

Sep 09

sumber : kompas.com

Ribuan penelitian telah mengungkapkan, teh hijau adalah minuman alami menyehatkan dan kaya akan kandungan antioksidan. Faedahnya pun begitu beragam, mulai dari memelihara kesehatan jantung hingga menekan risiko kanker.

Berdasarkan temuan para ahli di Mesir, teh hijau ternyata juga memiliki pengaruh positif bagi antibiotik. Para peneliti dari Universitas Alexandria menyimpulkan, teh hijau mampu meningkatkan keampuhan antibiotik dalam membunuh bakteri resisten hingga 3 kali lipat, bahkan kuman super sekalipun.

Teh hijau adalah salah satu jenis minuman favorit bagi warga Mesir. Bahkan tak tanggung-tanggung, mereka kerap meminumnya bersama obat-obatan seperti antibiotik.  Peneliti tertarik melihat apakah teh hijau dapat menurunkan, meningkatkan, atau sama sekali tak memengaruhi kinerja antibiotik.

Hasilnya mengejutkan, menurut studi yang hasilnya dipresentasikan pada pertemuan Society for General Microbiology di Edinburgh, Skotlandia, akhir Maret 2008, teh hijau mampu meningkatkan  kemampuan antibiotik melawan bakteri resisten, bahkan kuman super sekalipun.
(more…)